“Sebagian buku perlu dicicipi, sebagian ditelan, dan sebagian kecil dikunyah serta dicerna.”
— Francis Bacon, dalam esai “Of Studies”
Cara membaca buku tebal sering terasa sulit bukan karena kamu kurang pintar, tetapi karena melihat ratusan halaman sekaligus bisa bikin otak langsung mencari alasan untuk menunda.
“Aku harus menyelesaikan semuanya minggu ini,” mungkin begitu pikiranmu saat membuka buku setebal 400 halaman, lalu muncul suara lain, “Udah, nanti aja kalau lagi senggang.”
Masalahnya, waktu senggang jarang datang dengan sendirinya, jadi kamu perlu mengubah cara melihat buku dan membuat langkah pertama terasa ringan.
Cara Membaca Buku Tebal dengan Memecahnya Jadi Bagian Kecil

Jangan menargetkan “baca buku ini sampai selesai” karena itu hasil akhir, bukan tindakan kecil yang bisa kamu lakukan sekarang.
Ubah targetnya menjadi bagian yang jelas, seperti satu bab, 15 halaman, atau 20 menit membaca sebelum tidur.
Target kecil membantu kamu mulai, dan mulai adalah bagian yang paling sering terasa berat.
Misalnya, buku 360 halaman dengan 18 bab bisa kamu pecah menjadi 18 bagian, lalu selesaikan satu bab setiap dua hari kerja.
Kalau satu bab rata-rata 20 halaman, target tersebut cukup konkret untuk dijadwalkan dan gak terasa seperti proyek raksasa.
Pilih ukuran bagian berdasarkan isi buku, bukan cuma jumlah halaman, karena satu bab bisa berisi lima halaman yang padat atau 30 halaman dengan banyak contoh.
Pakai Penanda Alami, Bukan Hanya Hitungan Halaman
Penanda alami adalah jeda yang memang sudah ada di buku, seperti akhir bab, akhir subbab, atau akhir satu studi kasus.
Kalau kamu membaca buku tentang manajemen waktu, misalnya, berhentilah setelah satu teknik selesai dibahas agar kamu gak meninggalkan ide di tengah jalan.
Catat progres dengan format sederhana, seperti “Bab 3 selesai, lanjut Bab 4”, supaya sesi berikutnya punya titik masuk yang jelas.
Jangan khawatir kalau kadang satu bagian lebih lama dari perkiraan, karena tujuan pembagian ini adalah membuat bacaan terasa terarah, bukan menambah tekanan.
Tentukan Tujuan Membaca Sebelum Membuka Bab Pertama
Buku tebal sering terasa melelahkan karena kita membaca semua bagian dengan kecepatan dan perhatian yang sama, padahal tiap buku punya fungsi berbeda.
Sebelum mulai, jawab satu pertanyaan: “Apa yang ingin aku dapatkan dari buku ini?”
Tujuannya bisa sesederhana memahami cara memberi umpan balik, mencari strategi negosiasi gaji, atau menikmati cerita tanpa terburu-buru.
Tujuan itu berfungsi seperti saringan, jadi kamu tahu bagian mana yang perlu dibaca teliti dan bagian mana yang cukup dipahami garis besarnya.
Contohnya, kalau kamu membaca buku kepemimpinan untuk menghadapi tantangan di kantor, tandai contoh tentang percakapan sulit dan pengambilan keputusan.
Jangan merasa bersalah jika beberapa halaman kamu baca lebih cepat, selama kamu tetap paham dan cara itu sesuai tujuanmu.
Seperti dibahas dalam riset penetapan tujuan oleh Edwin Locke dan Gary Latham, tujuan yang spesifik dapat membantu mengarahkan usaha, terutama ketika kamu berkomitmen dan memantau progresnya.
Kamu juga bisa menentukan cara membaca berdasarkan kebutuhan, seperti membaca untuk mencari informasi, memahami ide, atau menikmati narasi, lewat panduan tiga mode membaca.
Buat Rencana Baca yang Cocok dengan Jadwal Kerja

Rencana yang bagus bukan yang terlihat ambisius, melainkan yang masih mungkin dilakukan setelah hari kerja yang padat.
Coba pilih jadwal yang sudah menempel pada rutinitas, seperti membaca 15 menit setelah sarapan atau satu bab sebelum tidur.
Jika buku punya 300 halaman dan kamu membaca 15 halaman per sesi, kamu butuh sekitar 20 sesi untuk menuntaskannya.
Dengan lima sesi seminggu, buku itu bisa selesai dalam kira-kira empat minggu tanpa harus mencuri waktu berjam-jam di akhir pekan.
Angka ini bukan aturan wajib, tetapi perkiraan awal yang bisa kamu sesuaikan dengan tingkat kesulitan buku dan kondisi harianmu.
Kalau ingin menghitung target berdasarkan waktu yang tersedia, kamu bisa melihat panduan jumlah halaman yang realistis dibaca setiap hari.
Siapkan Versi Minimum untuk Hari yang Sibuk
Ada hari ketika rapat molor, perjalanan pulang lebih lama, atau energi tinggal sedikit, jadi siapkan target minimum seperti membaca dua halaman.
Dua halaman mungkin terasa kecil, tetapi itu menjaga kebiasaan tetap hidup dan membuatmu lebih mudah kembali esok hari.
Kalau akhirnya kamu lanjut lebih lama, anggap itu bonus, bukan syarat agar sesi membaca dianggap berhasil.
Lebih baik punya rencana kecil yang bertahan daripada rencana besar yang gugur setelah tiga hari.
Gunakan Catatan Singkat agar Gak Kehilangan Arah

Saat menemukan ide yang berguna, tulis satu kalimat tentang inti gagasannya dan satu kalimat tentang kaitannya dengan hidup atau pekerjaanmu.
Contohnya, “Penulis menyarankan umpan balik spesifik” bisa kamu lanjutkan dengan “Aku akan mencoba menyebut contoh konkret saat memberi masukan ke rekan kerja.”
Catatan seperti ini membantu kamu membaca dengan tujuan, bukan sekadar mengumpulkan halaman yang sudah dilewati.
Namun, jangan mengubah setiap sesi menjadi tugas merangkum, karena mencatat terlalu banyak bisa memperlambat bacaan dan menguras tenaga.
Cukup tandai satu sampai tiga gagasan penting per sesi, lalu lanjutkan membaca tanpa mengejar catatan yang sempurna.
Kalau sering lupa isi buku setelah menutupnya, kamu bisa mencoba langkah tambahan dari artikel cara mengingat isi buku.
Kalau Mulai Tertinggal, Atur Ulang Tanpa Menghakimi Diri
Ketinggalan target bukan bukti kamu gak disiplin, karena jadwal kerja, kondisi tubuh, dan tingkat kesulitan bacaan bisa berubah.
Daripada menggandakan target besok, cek dulu penyebabnya: apakah sesi membaca terlalu panjang, waktunya kurang cocok, atau tujuanmu belum cukup jelas?
Kalau 20 halaman terasa berat, turunkan menjadi 10 halaman selama seminggu dan lihat apakah ritmenya lebih stabil.
Kalau bukunya padat, sisipkan jeda setelah satu subbab dan beri ruang untuk memahami ide sebelum pindah ke bagian berikutnya.
Kamu juga boleh mengubah rencana, melewati bagian yang gak relevan, atau berhenti membaca jika buku itu memang gak lagi sesuai kebutuhanmu.
Tujuan membaca bukan membuktikan bahwa kamu mampu menaklukkan buku setebal apa pun, tetapi mengambil sesuatu yang berguna dari prosesnya.
Jadikan Membaca Kebiasaan yang Bisa Bertahan
Mulai saja dengan tiga keputusan: pilih satu tujuan, tentukan satu penanda bagian, lalu pasang satu sesi membaca yang realistis untuk besok.
Kalau kamu ingin membangun cara membaca yang lebih terarah untuk belajar dan berkembang dalam karier, Impactful Reading Super Skill bisa jadi teman latihan untuk menyusun kebiasaan itu secara bertahap.
Kadika percaya, buku tebal terasa lebih bersahabat ketika kamu gak menuntut diri untuk menamatkannya sekaligus, hehe.
Sekarang, buku apa yang sedang menunggu di mejamu, dan satu bagian kecil mana yang ingin kamu baca lebih dulu?
