“Pengalaman kita adalah apa yang kita setujui untuk perhatikan.” — William James, psikolog dan penulis The Principles of Psychology.
Kamu udah duduk dengan buku terbuka, tapi baru membaca dua halaman, pikiran malah melayang ke pekerjaan, chat yang belum dibalas, atau daftar belanja; situasi seperti ini bikin susah fokus membaca dan sering membuat kita buru-buru menyimpulkan bahwa kita memang gak suka buku.
Padahal, fokus bukan sifat bawaan yang cuma dimiliki sebagian orang, melainkan kondisi yang dipengaruhi kebiasaan, lingkungan, energi, dan jenis bacaan yang kamu pilih.
Kenapa susah fokus membaca buku padahal kamu ingin?
Sebelum memaksa diri membaca lebih lama, coba kenali dulu apa yang membuat perhatianmu lepas, karena penyebab yang berbeda perlu cara mengatasi yang berbeda juga.
1. Pikiran masih sibuk dengan hal lain
Kamu mungkin membuka buku setelah rapat panjang, sambil menunggu kabar penting, atau ketika masih mengingat tugas yang belum selesai.
Saat pikiran terus kembali ke hal itu, mata memang bergerak mengikuti baris, tetapi isi bacaan gak benar-benar masuk.
Psikolog Sophie Leroy menyebut sisa perhatian yang tertinggal dari tugas sebelumnya sebagai attention residue, yaitu saat sebagian pikiran masih tertahan pada pekerjaan yang baru saja kamu tinggalkan.
Coba tulis satu atau dua hal yang sedang mengganggu pikiran sebelum membaca, lalu tentukan kapan kamu akan menanganinya, misalnya setelah sesi 15 menit selesai.
2. Buku atau waktu membaca kurang cocok
Buku yang penuh istilah baru bisa menguras perhatian kalau kamu membacanya saat lelah, sementara bacaan yang terlalu ringan mungkin terasa membosankan ketika kamu ingin belajar sesuatu.
Waktu juga berpengaruh, karena membaca setelah seharian menatap layar bisa terasa jauh lebih berat daripada membaca saat energi masih cukup.
Kalau kamu terus mengulang paragraf yang sama, jangan langsung menyalahkan diri, sebab bisa jadi bukunya terlalu menantang untuk kondisi dan tujuanmu saat itu.
Kamu bisa mencoba memilih bacaan yang lebih ramah untuk pemula lewat panduan cara jatuh cinta dengan buku yang terasa berat.
3. Target membaca terlalu besar
Kalimat seperti “malam ini harus baca 50 halaman” bisa membuat sesi membaca terasa seperti pekerjaan tambahan, apalagi setelah hari yang padat.
Target besar juga bikin kamu mudah merasa gagal ketika baru membaca lima halaman, meskipun lima halaman itu sebenarnya kemajuan.
Fokus yang konsisten biasanya tumbuh dari target yang bisa kamu mulai, bukan target yang terlihat mengesankan.
4. Tubuh sedang kekurangan energi
Kurang tidur, lapar, haus, atau duduk terlalu lama bisa membuat perhatian cepat turun dan bikin halaman terasa susah dipahami.
Kalau mata terasa berat dan kamu membaca kalimat yang sama berulang kali, istirahat singkat mungkin lebih berguna daripada memaksa menamatkan satu bab.
Kalau sulit fokus terjadi terus-menerus dalam banyak kegiatan, bukan hanya saat membaca, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional agar kamu mendapat saran yang sesuai.
Cara mengembalikan fokus dalam satu sesi membaca
Kamu gak perlu menunggu punya waktu kosong satu jam atau suasana rumah yang sunyi total untuk mulai membaca.
Coba langkah sederhana ini untuk membuat satu sesi terasa lebih ringan dan jelas.
- Pilih satu tujuan kecil. Tentukan membaca selama 10–15 menit atau menyelesaikan satu subbab, bukan menamatkan banyak halaman sekaligus.
- Siapkan ruang baca. Taruh air minum di dekatmu, duduk di tempat yang nyaman, dan jauhkan hal yang bisa membuatmu beranjak setiap beberapa menit.
- Singkirkan pemicu distraksi. Letakkan ponsel di ruangan lain atau aktifkan mode senyap, lalu tutup tab dan notifikasi yang gak dibutuhkan.
- Mulai dengan pertanyaan. Sebelum membaca, pikirkan satu hal yang ingin kamu temukan di dalam bab itu agar perhatian punya arah.
- Berhenti sejenak saat perhatian lepas. Tarik napas, tandai halaman, lalu putuskan apakah kamu siap lanjut atau perlu istirahat dua menit.
Misalnya, kalau kamu cuma punya waktu setelah makan malam, atur timer 15 menit dan letakkan ponsel di meja lain, bukan di samping buku dengan layar menghadap ke bawah.
“Tapi 15 menit rasanya sebentar banget,” mungkin kamu berpikir begitu, dan itu masuk akal kalau selama ini kamu membandingkan sesi membaca dengan target yang jauh lebih besar.
Namun, 15 menit yang benar-benar kamu jalani lebih berguna daripada rencana membaca satu jam yang terus kamu tunda, hehehe.
Kadika biasanya menyarankan satu aturan sederhana: kalau perhatian buyar, kembali ke satu paragraf saja, bukan memarahi diri karena kehilangan fokus.
Bikin kebiasaan membaca yang bisa diulang
Satu sesi yang nyaman akan lebih mudah menjadi kebiasaan kalau kamu mengaitkannya dengan kegiatan yang sudah rutin dilakukan.
Contohnya, baca 10 menit setelah sarapan, sebelum perjalanan pulang, atau setelah menaruh laptop usai bekerja.
Pilih satu waktu yang realistis, lalu ulangi di sebagian besar hari dalam seminggu, bukan memaksa diri membaca setiap hari tanpa jeda.
Kamu juga bisa menyiapkan buku di tempat yang mudah terlihat, seperti meja samping tempat tidur atau tas kerja, agar memulai gak butuh banyak langkah.
Kalau belum tahu waktu dan cara membaca yang cocok, coba pelajari ritual sederhana yang bikin membaca jadi bagian hidupmu.
Setelah membaca, catat satu kalimat tentang hal yang kamu pahami atau satu pertanyaan yang muncul, supaya kamu punya alasan untuk membuka buku lagi nanti.
Kalau perhatian lepas, sesuaikan cara membaca
Fokus gak selalu berarti membaca setiap kata dengan kecepatan yang sama, karena tujuan dan jenis buku bisa membutuhkan pendekatan yang berbeda.
Untuk mencari satu informasi, kamu bisa memindai judul dan subjudul terlebih dahulu, sedangkan buku yang penuh gagasan baru mungkin perlu dibaca perlahan sambil membuat catatan singkat.
Kalau satu bab terasa berat, coba baca beberapa halaman saja lalu tulis inti yang kamu tangkap dengan bahasamu sendiri.
Kamu bisa melihat pilihan pendekatan itu di tiga mode membaca yang perlu kamu kenali, lalu menyesuaikannya dengan tujuanmu.
Jangan paksa fokus dengan mengorbankan rasa ingin tahu
Ada kalanya perhatianmu buyar karena buku itu memang gak cocok, bahasanya terlalu rumit, atau topiknya gak lagi relevan dengan kebutuhanmu.
Kamu gak harus menamatkan setiap buku yang udah dibeli, karena waktu membaca bisa dipakai untuk bacaan yang lebih sesuai.
Kalau ragu apakah perlu lanjut atau berhenti, tanyakan pada diri sendiri apakah buku itu masih memberi sesuatu yang ingin kamu bawa ke pekerjaan atau hidup sehari-hari.
Membaca dengan fokus bukan berarti memaksa diri bertahan, melainkan memberi perhatian pada bacaan yang memang layak mendapatkannya.
Malam ini, daripada menunggu sampai suasana sempurna, pilih satu buku, baca satu paragraf, lalu perhatikan apa yang membuatmu ingin lanjut atau justru menjauh.
Buku apa yang ingin kamu baca dengan lebih hadir, dan satu perubahan kecil apa yang bisa kamu coba di sesi berikutnya?
